You are currently browsing the monthly archive for Desember 2008.

apakah anda ini anak indigo? berikut ciri2 anak indigo menurut versi pribadi saya sendiri.

  1. memiliki kemampuan yang menembus usianya, yaitu sudah bisa melakukan hal yang layaknya dilakukan orang dewasa padahal dia masih anak2.
  2. gaya bicara penuh dengan ketegasan dan filosofis, padahal dia belum pernah belajar terhadap disiplin ilmu yang spesifik.
  3. memilki ide2 original terhadap bakat yang begitu menonjol diantara anak2 sebayanya.
  4. terasing dari pergaulan yang obyektif, karena anak indigo selalu bersikap subyektif. orang2 menganggap bahwa dia anak yang aneh, nyeleneh, bahkan juga ada yang bilang bahwa dia itu gila ataupun ideot.
  5. berpendirian begitu kuat terhadap misi pribadi, dan selalu memiliki misi pribadi yang inisiatifnya timbul murni dari niat pribadi.
  6. bisa membangun motivasi sendiri.
  7. mewarisi kemisteriusan indera keenam, yaitu kemampuan khusus yang kelihatan aneh.
  8. daya intuisi yang luar biasa. tingkat penalaran maupun prediksi terhadap kemungkinan yang akan terjadi begitu luar biasa.
  9. lahir di tempat yang belum siap menerima keberadaanya, lahir di masa yang salah atau lahir di dalam kerangka kehidupan tidak sesuai karena sistem kehidupan itu belum mencapai tingkat perkembangan yang se-level dengan tingkat perilaku maupun pemikirannya, sehingga dia merasa seperti tersesat di dalam dunia itu.

caillou2

  1. bisa tinggal di rumah yang sehat sederhana, aman, nyaman dan tenteram.
  2. kuliah menunjukkan tingkat perkembangan yang bagus minimal IPK lebih dari 3,xx.
  3. istriku tambah cantik dan tambah dewasa.
  4. berat badan naik menjadi 62,5 kg.
  5. bisa membentuk group band yang lumayan ok.
  6. karakter vokal istriku meningkat, lulus dari ujian kelas vokalnya.
  7. istriku lanjut kuliah lagi.
  8. program punya anak.
  9. peningkatan aplikasi “development theory”  dari tasawuf.

Apa itu jenius?

Wikipedia, “Jenius itu  untuk menyebut seseorang dengan kapasitas mental di atas rata-rata di bidang intelektual, terutama yang ditunjukkan dalam hasil kerja yang kreatif dan orisinal. Seorang yang jenius selalu menunjukkan individualitas dan imajinasi yang kuat, tidak hanya cerdas, tapi juga unik dan inovatif.”

Jenius itu berarti: Intelektual, kreatif, original, individualitas dan imajinasi yang kuat, cerdas, unik, inovatif. (hehehe… rangkuman kata kunci jenius nih…)

si kakek jenius

Einstein, kenapa dia sering disebut2 sebagai orang jenius? Kalau dilihat dari tampangnya sih, ehm… jenius githu? (meragukan…) kayak seorang kakek2 pengin kawin nikah lagi (menurut mata awam gue nih). Bener2 ga nyangka tuh.

Menurut otak cethek dan keawamanku hasil penelitianku, “Sok kelihatan Jenius itu  untuk menyebut seseorang dengan kapasitas nyontek dan bikin contekan hasil belajar yang luar biasa, terutama yang ditunjukkan dalam hasil contekan kerja yang kreatif dan minimal photokopi diperkecil jadi tambah hemat orisinal. Seorang yang Sok kelihatan jenius selalu menunjukkan kelihaian usaha dan imajinasi yang kuat, tidak hanya licik cerdik, tapi juga amantidak ketahuan nyonteknya penuh dengan inovasi2.”

Wah… kalau begini memang banyak mahasiswa maupun pelajar indonesia itu yang   Sok kelihatan Jenius, huancur Hebat dong, jadi bangsa Indonesia pasti malu tujuh turunan bangga memiliki generasi2 penerus yang Sok kelihatan Jenius.

Merdeka!!!!

Dalam hidup, kita kadang merasa bahkan juga sering ataupun berulang2 kali mendengar tentang kata2 bahwa hidup itu penuh dengan cobaan, hidup itu penuh misteri, hidup itu anugerah, dan bahkan ada yang mengemukakan bahwa hidup itu penderitaan. Ehm… benarkah seperti itu? Menurut kepentingan rasa keinginan tahuku, maka dengan ini dituliskan oleh rasa mual di kepalaku, dan hatiku pun bersolusi dengan megibarkan huruf2 berupa pertanyaan2 tentang seputar manusia.

Berikut ini adalah pertanyaan2 tentang kehidupan menurut sudut pandangku sebagai manusia.  *ekspresi sok filsuf*

  1. Apa itu yang namanya hidup?
  2. Apa itu yang namanya mati?
  3. Untuk apa manusia itu hidup?
  4. Untuk apa manusia itu bisa jadi mati?
  5. Dimana kita seharusnya untuk hidup hidup?
  6. Kemana kita mati nanti?
  7. Apa itu yang namanya Tuhan?
  8. Siapa Tuhan itu dan bagaimana caranya supaya bisa kenalan?
  9. Benarkah Tuhan itu ada dan maun kenalan dengan kita?
  10. Apakah Tuhan itu = agama?
  11. Apakah agama itu = Tuhan?
  12. Kenapa ada agama di dunia ini?
  13. Jika tidak ada Tuhan, apakah akan ada agama?
  14. Kenapa manusia berbeda2 agama?
  15. Kenapa manusia berbeda2 Tuhan?
  16. Apakah tuhan itu berbeda2?

Ah…. tidaaak……….. cukup, cukup, terlalu ngeri bagiku untuk membayangkan isi kepalaku yang berputar2 terus.  Sengaja hanya ditulis 16 pertanyaan aja, maklum ini terlalu berat , bener2 berat pertanyaan ini. Jika harus terus menyanyakan pertanyaan ke 17, 18, dst, ampun dech… Walaupun kata pepatah, “Malu bertanya sesat di jalan”, tapi kalau aku kebanyakan nanya kan jadinya seperti orang yang keterlaluan ( bego pisan euy). Cukup sekian saja kiranya pertanyaan ini. Semoga waktu terus berlalu dan pertanyaan ini pun kembai terjawab dalam kehidupanku, bersama berlalunya waktu. Ah… kenapa kok malah jadi pusing nih.

apa yang dikatakan orang bijak seperti ini benar?

“Orang jenius adalah orang yang memiliki kemampuan untuk membuat hal yang rumit menjadi sederhana”

menurut otak kecilku (yang masih cethek ini), boleh dong kalau aku simpulkan bahwa orang yang jenius di dunia ini adalah orang yang bergaya hidup sederhana tapi dia mampu hidup bahagia di dalam kerumitan dunia ini yang begitu begitu rumit sekali. benarkah?

ataukah ini berarti bahwa orang jenius itu adalah orang yang memiliki kemampuan luar biasa sehingga semua hal yang rumit di dunia ini dapat dengan seketika dipecahkan dengan sangat mudah? ehm… mungkin juga benar. (sekali lagi menurut otak cethekku).

“Orang bodoh jenius  adalah orang yang memiliki kemampuan untuk membuat hal yang  sederhana rumit menjadi  begitu bertele-tele dan sangat terkesan teoritis gitu ilmiah dan terkesan kelihatan intelektual”

hehehehe… ini jadi nyinggung para politisi, praktisi hukum maupun birokrat, dll… di negara kita… jadi kapan atuh Indoonesia menjadi bangsa yang JENIUS? ehm, susah jawabnya… seperti bertanya pada rumput yang bergoyang.


COBA BAYANGKAN….

Bagaimana misalkan, jika, andai negeriku tercinta Indonesia menguasai dunia? jika pertanyaan ini dilontarkan kepada forum internasional, PBB maupun KTT APEC, dll sejenisnyaa, pastilah banyak sumpah serapah jawaban terhadap pertanyaan itu. antara lain:

  • 1. Ga mungkin…
  • 2. omdho… omong doank
  • 3. anggedebus…
  • 4. ga masuk akal.

atau lebih parah lagi

  • 5.Are U CRAZY?
  • 6. whats gonna hell wit U?
  • 7. hahahaha!!!!!!!! (ngetawaain sampe muntah2)

Tapi menurutku itu sangat mungkin, sangat-sangat amat mungkin sekali terjadi. Ga percaya? Bagaimana caranya nih? Bagaimana mungkin negeri yang miskin belum sejahtera ini bisa menguasai dunia? Bagaimana mungkin coy? hah… atas dasar apa dan teori apa?

Gampang saja githu aja kok repot…
Jadi intinya seperti ini…

“SEMUA SUMBER DAYA ALAM DIKUASAI NEGARA DAN DIKELOLA SEPENUHNYA DENGAN TEKNOLOGI SUPER MUTHAKIR, DIGUNAKAN SEPENUHNYA UNTUK KEJAYAAN BANGSA DAN NEGARA. DAN SEGENAP MASYARAKAT WARGA NEGARA INDONESIA WAJIB MENJADI SUMBER DAYA MANUSIA YANG DIJADIKAN TENTARA NASIONAL INDONESIA”

intinya mah teknologi yang sangat2 canggih digunakan untuk mengelola semua SDA semaksimal mungkin… Ehm…  jadi semua buruh itu adalah keseluruhannya mesin. terus semua penduduk / WNI daripada menganggur jadi semuanya dilatih dan dididik dik dik dik menjadi tentara yang ber-skill tinggi, ehm… kl bs sejak umur BALITA udah dipakanin yang namanya senjata api.

Wah jadi pengin nanya nih… Kenapa ya Presiden negeri yang penuh kekayaan alam ini ga ada greget untuk menguasai dunia????

bener2 masuk akal… ya ngga? ya ngga! ya ngga! ya ngga!
Wahai presiden RI bukankah ini masuk akal???? *bergaya dengan sok mirip2in para demonstran*

adanya sistem belajar akan menjadikan kegiatan belajar itu menjadi semakin berkualitas.

belajar tanpa sistem belajar seperti perjalanan yang berjalan tanpa pola.

apa yang layak untuk dipelajari,

apa yang tidak layak untuk dipelajari,

dan kenapa ada hal yang layak dan tidak layak dipelajari itu merupakan pertanyaan mendasar tentang begitu pentingnya sebuah sistem dalam belajar.

sistem belajar terbaik itu seperti apa?

belajar untuk eksistensi hidup.

belajar untuk hakikat ilmu…

belajar meraih ilmu yang bermanfaat…

kehidupan adalah mencari manfaat,

untuk kehidupan itu sendiri maupun untuk kehidupan yang akan mendatang,

untuk kehidupan kita, maupaun untuk kehidupan makluk lain.

ilmu yang bermanafaat dilahirkan dari sebuah sitem belajar yang baik.

sistem yang berdasarkan hakekat…