You are currently browsing the category archive for the 'hidup' category.

Setiap aku berputar melewati waktu dari pukul 06.00 pagi sampai pukul 05.59 pagi berikutnya, ehm… yang terasa hari demi hari hanya beputar begitu saja. Diantara tanda yang paling umum dari hidup saya yang tak terasa itu adalah, saya tetap bernapas dengan hidung atau mulut saja. Dan akhirnya menghembuskan napas dengan sebuah kesimpulan pasti, bahwa hari itu saya tetap hidup.

Seorang temen menawarkan perubahan dalam hidup ini, yah… perubahan. Ah! Perubahan macam mana pula itu? Teman tersebut menjawab, Perubahan tersebut adalah hidupmu akan begitu terasa lebih hidup. Apa indikatornya perubahan otu? Seorang temen tersebut pun kembali menjawab dengan sedikit tertegun menatap langit yang suram, “Indikator perubahan itu… bahwa hidupmu itu tak kan hanya bagai bernapas begitu saja dengan hidung atu mulutmu, akan tetapi kau akan merasakan bahwa hidup itu harus terbakar mundur menusuk dadamu, penuh aral dan menyesakkan lehermu, terus hidup itu pahit… dibalik gulungan aroma misteri, tapi dibalik kepahitan itu akan ada kenikmatan jika kau bisa bertahan dan menaklukkan panas aral dan gulungan misteri tersebut… Ehm… jika ingin bernapas dengan baik, dan sekaligus menaklukkan pahitnya hidup, maka hembuskan asap ini…”

.

.

marlboro

pegang dan rasakan pahitnya hidup ini…


Salah satu Imam besar Muslim berkata bahwa: “Kebenaran itu berat, tapi menyenangkan…” Sebaik apapun kita,sebenar apapun kita, dan sesempurna apaun kita, semua itu hanya akan menyampingkan kita pada wujud kebenaran itu sendiri. Manusia tidak akan pernah mencapai kebenaran yang sejati, kecuali dia telah menemukan cahaya sejati untuk hidup dan matinya.

Kebenaran yang diperbuat oleh manusia pada umumnya belum tentu merupakan kebenaran, karena pada dasarnya manusia itu sendiri memiliki kapasitas keterbatasan jangkuan dalam menjalani hidup. Kapasitas keterbatasan tersebutlah yang kemudian menjadikan manusia itu menjadi berbeda-beda dalam menentukan tolak ukur seberapa jauh kebenaran itu diwujudkan dalam kehidupan manusia sehingga menjadi konsep bentuk kebenaran yang telah ditemukan atau diusahakan. Bentuk kebenaran yang telah diusahakan tersebut hanya menjadikan penyajian isi atau wujud inti kebenaran menjadi tidak akurat, nisbi dan tidak abadi.

Bagaimana kita bisa mencapai kebenaran yang Hakiki? Tentunya untuk menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita kembali pada petikan perkataan Imam Besar Al Gazhali di atas “Kebenaran itu berat, tapi menyenangkan…” sulitnya mencari kebenaran adalah wujud usaha manusia untuk mencari petunjuk dari Yang maha Benar, sedangkan sulitnya kebenaran juga melibatkan persoalan dalam pelaksanaan petunjuk dari Yang Maha Benar tersebut. Kedua kesulitan tersebut apabila divisualisasikan kepada jalan hidup tujuan manusia, maka bagi siapa pun yang telah menjalankannya dia pasti akan merasakan situasi yang menyenagkan, karena apa yang telah dia cari-dia telah diberikan petunjuk oleh Yang Maha Benar, dan kebenaran itu adalah kebenaran yang hakiki, kebenaran yang membawa segala usaha menjadi menyenangkan.


Keindahan alammu yang kaya,

Sudahkah terbagi sampai kampung kami?

Atau hanya berlalu terbawa kapal-kapal orang luar?

Indah budaya,

Luhur budimu, kemanakah berlalu?

Bunuh membunuh saudara sebangsa…

Karena fitnah dan kekuasaan?

Dan yang harus menjagamu demi kewajiban,

Justru berkhianat menipu rakyat merampok, menguras isi alammu…

Alam ini benarlah jenuh, memandang perilaku ini

Dan janganlah kau adukan pada Tuhan,

Tentang hukuman…

Dan ini mungkin sebaik-baiknya ujian…

Untuk kami disini

Garut, 26 Maret 2009


Seberapa pun hidup ini menekan kepalamu;

Seberapa pun hidup ini menghimpit dadamu;

Seberapa pun hidup ini menguras keringatmu;

Seberapapun hidup ini mengeringkan air matamu;

Seberapapun hidup ini menumpahkan darahmu;

Seberapapun hidup ini…

Ini hanyalah hidup;

Dan yakinlah bahwa setelah hidup ini,

akan ada hidup yang lebih baik

yakinlah…

yakinlah…

dan yakinlah…

apakah anda ini anak indigo? berikut ciri2 anak indigo menurut versi pribadi saya sendiri.

  1. memiliki kemampuan yang menembus usianya, yaitu sudah bisa melakukan hal yang layaknya dilakukan orang dewasa padahal dia masih anak2.
  2. gaya bicara penuh dengan ketegasan dan filosofis, padahal dia belum pernah belajar terhadap disiplin ilmu yang spesifik.
  3. memilki ide2 original terhadap bakat yang begitu menonjol diantara anak2 sebayanya.
  4. terasing dari pergaulan yang obyektif, karena anak indigo selalu bersikap subyektif. orang2 menganggap bahwa dia anak yang aneh, nyeleneh, bahkan juga ada yang bilang bahwa dia itu gila ataupun ideot.
  5. berpendirian begitu kuat terhadap misi pribadi, dan selalu memiliki misi pribadi yang inisiatifnya timbul murni dari niat pribadi.
  6. bisa membangun motivasi sendiri.
  7. mewarisi kemisteriusan indera keenam, yaitu kemampuan khusus yang kelihatan aneh.
  8. daya intuisi yang luar biasa. tingkat penalaran maupun prediksi terhadap kemungkinan yang akan terjadi begitu luar biasa.
  9. lahir di tempat yang belum siap menerima keberadaanya, lahir di masa yang salah atau lahir di dalam kerangka kehidupan tidak sesuai karena sistem kehidupan itu belum mencapai tingkat perkembangan yang se-level dengan tingkat perilaku maupun pemikirannya, sehingga dia merasa seperti tersesat di dalam dunia itu.

caillou2

  1. bisa tinggal di rumah yang sehat sederhana, aman, nyaman dan tenteram.
  2. kuliah menunjukkan tingkat perkembangan yang bagus minimal IPK lebih dari 3,xx.
  3. istriku tambah cantik dan tambah dewasa.
  4. berat badan naik menjadi 62,5 kg.
  5. bisa membentuk group band yang lumayan ok.
  6. karakter vokal istriku meningkat, lulus dari ujian kelas vokalnya.
  7. istriku lanjut kuliah lagi.
  8. program punya anak.
  9. peningkatan aplikasi “development theory”  dari tasawuf.

Dalam hidup, kita kadang merasa bahkan juga sering ataupun berulang2 kali mendengar tentang kata2 bahwa hidup itu penuh dengan cobaan, hidup itu penuh misteri, hidup itu anugerah, dan bahkan ada yang mengemukakan bahwa hidup itu penderitaan. Ehm… benarkah seperti itu? Menurut kepentingan rasa keinginan tahuku, maka dengan ini dituliskan oleh rasa mual di kepalaku, dan hatiku pun bersolusi dengan megibarkan huruf2 berupa pertanyaan2 tentang seputar manusia.

Berikut ini adalah pertanyaan2 tentang kehidupan menurut sudut pandangku sebagai manusia.  *ekspresi sok filsuf*

  1. Apa itu yang namanya hidup?
  2. Apa itu yang namanya mati?
  3. Untuk apa manusia itu hidup?
  4. Untuk apa manusia itu bisa jadi mati?
  5. Dimana kita seharusnya untuk hidup hidup?
  6. Kemana kita mati nanti?
  7. Apa itu yang namanya Tuhan?
  8. Siapa Tuhan itu dan bagaimana caranya supaya bisa kenalan?
  9. Benarkah Tuhan itu ada dan maun kenalan dengan kita?
  10. Apakah Tuhan itu = agama?
  11. Apakah agama itu = Tuhan?
  12. Kenapa ada agama di dunia ini?
  13. Jika tidak ada Tuhan, apakah akan ada agama?
  14. Kenapa manusia berbeda2 agama?
  15. Kenapa manusia berbeda2 Tuhan?
  16. Apakah tuhan itu berbeda2?

Ah…. tidaaak……….. cukup, cukup, terlalu ngeri bagiku untuk membayangkan isi kepalaku yang berputar2 terus.  Sengaja hanya ditulis 16 pertanyaan aja, maklum ini terlalu berat , bener2 berat pertanyaan ini. Jika harus terus menyanyakan pertanyaan ke 17, 18, dst, ampun dech… Walaupun kata pepatah, “Malu bertanya sesat di jalan”, tapi kalau aku kebanyakan nanya kan jadinya seperti orang yang keterlaluan ( bego pisan euy). Cukup sekian saja kiranya pertanyaan ini. Semoga waktu terus berlalu dan pertanyaan ini pun kembai terjawab dalam kehidupanku, bersama berlalunya waktu. Ah… kenapa kok malah jadi pusing nih.

apa yang dikatakan orang bijak seperti ini benar?

“Orang jenius adalah orang yang memiliki kemampuan untuk membuat hal yang rumit menjadi sederhana”

menurut otak kecilku (yang masih cethek ini), boleh dong kalau aku simpulkan bahwa orang yang jenius di dunia ini adalah orang yang bergaya hidup sederhana tapi dia mampu hidup bahagia di dalam kerumitan dunia ini yang begitu begitu rumit sekali. benarkah?

ataukah ini berarti bahwa orang jenius itu adalah orang yang memiliki kemampuan luar biasa sehingga semua hal yang rumit di dunia ini dapat dengan seketika dipecahkan dengan sangat mudah? ehm… mungkin juga benar. (sekali lagi menurut otak cethekku).

“Orang bodoh jenius  adalah orang yang memiliki kemampuan untuk membuat hal yang  sederhana rumit menjadi  begitu bertele-tele dan sangat terkesan teoritis gitu ilmiah dan terkesan kelihatan intelektual”

hehehehe… ini jadi nyinggung para politisi, praktisi hukum maupun birokrat, dll… di negara kita… jadi kapan atuh Indoonesia menjadi bangsa yang JENIUS? ehm, susah jawabnya… seperti bertanya pada rumput yang bergoyang.


1. walaupun kurang romantis tapi dia setia dan juga pelayanan prima.

2. walaupun kurang tinggi tapi wajahnya manis banget.

3. walaupun kurang pengalaman tapi dia banyak banget ceria dan semangatnya.

4. walaupun masih muda tapi dia bisa bersikap dewasa.

5. walaupun sederhana tapi dia bisa memberikan segalanya.

6. walaupun lemah tapi dia selalu bergairah.

7. walaupun cantik tapi dia tidak matre.

8. walaupun ada uang tapi dia tidak boros.

9. walaupun sedikit tapi dia bisa memasak.

10. walaupun suami brengsek, tapi dia selalu mendoakan suami.

dalam hidup kita mengejar sesuatu yang kita inginkan, sebegitu seringnya tingkat ataupun intensitas penegejaran itu. ya, ambisi membuat hidup berjalan mencari makna pencarian itu sendiri. hidup bagi ku adalah penantian menuju kenyataan. betapa kita sering terlena dan tak memahami arti kehidupan di dunia ini. hidup di dunia ini bagai mimpi yang pasti suatu saat nanti kita kan terbangun dan pada saat terbangun kita kan meyadari bahwa kita tlah berada pada kehidupan yang sesungguhnya. tapi apa yang harus kita lakukan tuk menghiasi mimpi kita ini?

ehm… sadarlah… hidup ini hanyalah mimpi… dan yang paling kita cari, hanyalah mimpi…